Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

(REVIEW) COCO: Kisah Menyentuh tentang Kematian

Kelar nonton Coco, aku langsung keinget dengan satu pertanyaan yang dilontarkan Dinda Hauw di film Surat Kecil untuk Tuhan beberapa tahun silam, yaitu "Akankan aku dikenang ketika sudah tiada nanti?" Pertanyaan itu tentu terasa menohok. Sebab itu mengenai eksistensi diri, terlebih yang seumur hidupnya memiliki ambisi yang besar untuk dikenal banyak orang--atau minimal menampakkan diri di depan pacar #Pffft.
Cerita Coco tentu saja sama sekali berbeda dengan Surat Kecil untuk Tuhan, terlebih jenis keduanya juga mencolok sekali perbedaannya: satunya animasi, yang lain adalah kisah nyata yang di"fiksi"kan. Namun, pertanyaan tersebutlah yang menghubungkannya--dalam versiku. ***
Awalnya, kukira Coco adalah nama tokoh utama film tersebut, yaitu seorang anak laki-laki yang begitu berambisi untuk menjadi seorang musisi. Namun, pemikiran tersebut terpatahkan ketika kemudian seorang anak laki-laki membuka film dengan narasinya. Ternyata si tokoh utama bernama Miguel dan toko…

Postingan Terbaru

Why Some People Kill Their Self?

Ilana Tan, Sastra Populer, dan Respons Publik terhadap Bahasa Baku

Good Tea for Good Morning

Always Being Good Sister As I Knew

Dalam Senja yang Meruntuhkan Kita

[Kampus Fiksi] Bidadari Tak Bersayap

Perjuangan Anak Mamak #3 (Review novel Pukat by Tere Liye)

#MenulisBerantai CLOSE TO YOU (Part 2)

Untukmu, yang Mungkin Masih Ragu

LIEBSTER AWARD